Selasa, 25 Januari 2011

sejarah perkembanan study islam


A.  PENDAHULUAN

Sejarah perkembangan studi Islam dibedakan mrnjadi 3 wilayah, yaitu: di dunia islam, di dunia barat, di Indonesia. Perkembangan studi Islam berkembang dari sorongan dan halaqah di rumah-rumah para ulama ke system kuttab, kemudian ke masjid dan berlanjut menjadi system madrasah (Perguruan Tinggi). Bentuk awal lembaga pendidikan tinggi Islam adalah al-Jami’ah, dari lembaga masjid jami’, tempat berkumpul orang banyak. Kuttab ada dua jenis, yatu kuttab yang berfungsi sebagai tempat untuk mengajarkan baca dan tulis, dan kuttab sebagai tempat untuk mengajarkan al-Qur’an dan dasar-dasar agama Islam. Menurut Charles Michael Stanton, kuttab menjadi dua jenis, yaitu kuttab secular, di ajarkan tata bahasa, sastra dan aritmatika, dan kuttab agama, khusus mempelajari materi agama.
Perkembangan studi Islam di dunia barat secara umum dikielompokkan menjadi dua fase, yaitu fase ketika islam memegang kejayaan dan menjadi pusat ilmu pengetahuan , teknologi dan kebudayaan, dan fase ketika Islam jatuh dan runtuh, sementara dunia barat mulai jaya dan menjadi pusat ilmu, teknologi dan kebudayaan.
Sejarah studi Islam di Indonesia dimulai dengan tradisi belajar kepada ulama-ulama yang sebagian besar adalah pedagang sekaligus pembawa Islam di Indonesia. Sistem yang ada di Indonesia adalah sistem langgar dan berkembang menjadi pesantren. Dilanjutkan dengan sistem kelas.










B.   POKOK PEMBAHASAN


Studi Islam di dunia Islam sama dengan menyebut studi Islam di dunia muslim. Sejarah muslim tercatat sejumlah kajian Islam (dari tingkat dasar sampai perguruan tinggi) di sejumlah kota dan ada beberapa yang sudah manjadi Negara sendiri. Sejarah perkembangan pendidikan (studi) Islam di dunia Islam, menurut Gorge Stanton, sejarah prestasi umatmanusia dalam bidang ilmu pengetahuan dibagi menjadi beberapa fase, yaitu:
ü  Fase pertama tahun  450-700 SM, disebut zaman Planton, yang kemudian diikuti oleh Aristoteles, Euclides, Archimides, dan seterusnya,
ü  Fase kedua tahun 600-700 M, disebut sebagai Zaman China, dengan tokoh  Hsin dan I Ching,
ü  Fase ketiga tahun 750-1258 M, disebut dengan Zaman Kejayaan Muslim. Saat 350 tahun pertama (750-1100 M) kejayaan tersebut didominasi dan secara mutlak dikuasai sarjana-sarjana Muslim, yaitu Jabir, Khawarizmi, al-Razi, Masu’di, Wafa, Biruni, Ibnu Sina, Ibnu Haitam, Umar al-Khayyam.
Tahun 1100-1258 M, non muslim yaitu Gertando di Cremona dan Roger Bacon. Muslim yaitu Ibnu Rushd, Nasiruddin, al-Tusi, Ibnu Nafis.
                Dalam perkembangan studi Islam dalam dunia Islam, pendidikan Islam dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:
a.       Perkembangan Studi Islam di Dunia Muslim
b.      Perkembangan Studi Islam di Barat
c.       Perkembangan Studi Islam di Indonesia

A.     Perkembangan Studi Islam di Dunia Muslim
Fase pertama pendidikan Islam sekolah masih di masjid-masjid dan rumah-rumah dengan cirri hafalan, dan dikenalkan logika, matematika, ilmu alam, kedokteran, kimia, music, sejarah, dan geografi. Fase pertama ini dari akhir periode Madinah sampai 4 H. Abad ke 5 H, selama periode khalifah ‘Abbasiyah, sekolah-sekolah didirikan di kota-kota dan mulai menempati gedung-gedung besar, dan mulai bergeser dari matakuliah yang bersifat spiritual ke matakuliah yang bersifat intelektual, ilmu alam dan ilmu sosial.
Berdirinya sistem madrasah di abad 5 H/ akhir abad 11 M, justru menjadi titik balik kejayaan, karena madrasah dibiayai oleh Negara dan diprakarsai oleh Negara. Kemudian madrasah manjadi alat penguasa memprtahankan doktrin-doktrin terutama oleh kerajaan Fatimah, Kairo. Sebelumnya di sekolah ini diajarkan kimia, kedokteran, filsafat, diganti hanya mempelajari tafsir, kalam, fiqh, dan bahasa. Matematika hilang darinkurikulum al-Azhar tahun 1748 M.
Pada masa al-Ghozali (1085-1111 M) yang disebut sebagai awal terjadi pemisah ilmu agama dan ilmu umum, bahkan terkesan dikotomi. Dengan pernyataan bahwa menuntut ilmu agma wajib bagi setiap muslim, sementara menuntut ilmu umum adalah wajib kifayah.
Beberapa kota yang menjadi pusat kajian Islam di masanya, yaitu
1.       Nisyapur,  Madrasah Nizhamiyah.
2.       Baghdad, Madrasah Nizhamiyah, Madrasah Imam Abu Hanifah, Madrasah al-Mustanshiriyah,
3.        Kairo, Madrasah al-Manhuriyah,
4.        Damaskus, Dar al-Qur’an Shabuniyah, Dar al-Hadis al-Nuriyah, dan
5.       Jerussalem, beberapa lembaga sufi yaitu Zawiyah al Wafa,iyah, Zawiyah al Wafa’iyah, Zawiyah al Naqshabandiyah, dan Khanqah al-Shalahiyah.
Ada empat perguruan tinggi tertua di dunia muslim,yaitu:
1.       Nisyapur
Perguruan Tinggi Nizhamiyah Naisyapur dibangun oleh Nizham al-Mulk untuk al-Juwayni,dan ai-Juwayni menjadi mudarris (guru besar) sampai tiga dekade. Di lembaga ini ada empat unsur pokok,yaitu:
a.       Seorang mudarris (guru besar) yang bertanggung jawab terhadap pengajaran di lembaga pendidikan,
b.       Muqri’ (ahli al-Qur’an) yang mengajar al-Qur’an di masjid,
c.       Muhaddis (ahli hadis) yang mengajar hadis lembaga pendidikan, dan
d.      Seorang Pustakawan (bait al-maktub) yang bertanggung jawab terhadap perpustakaan, mengajar bahasa dan hal-hal terkait.
2.       Baghdad
Perguruan Tinggi Nizhamiyah di Baghdad ini berdiri pada tahun 455-1063 M. Perguruan Tinggi ini dilengkapi dengan perpustakaan , yaitu Bait al-Hikmat, yang dibangun oleh Khalif Al-Makmun (813-833 M). Salah seorang ulama besar yang pernah mengajar adalah ahli fikir Abu Hamid al-Ghazali (1058-1111 M), yang terkenal dengan imam Ghazali.
Perguruan Tinggi ini berumur hamper dua abad, tahun 656 H(1258 M) ada penyerbuan bangsa Mongol dari Asia Tengah kea rah barat di bawah pimpinan Hulagu Khan(1256-1349 M).

3.       Perguruan Al-Azhar di Kairo, Mesir
Perguruan Tinggi ini dibangun oleh Panglima Besar Juhari Al-Siqili . Masa pemerintahan Khalif Al-Hakim Biamrillah (996-1020 M) membangun perpustakaan yang diberi nama Bait al-Hikmah (Balai Ilmu Pengetahuan).

4.       Perguruan Tinggi Cordova
Perguruan Tinggi ini dibangunboleh puteri seorang saudagar hartawan di kota Fez, yang berasal dari Kairwan (Tunisia), Afrika barat sampai ke Senegal dan Guinea. Pada tahun 305 H (918 M) perguruan tinggi ini diserahkan kepada pemerintah dan menjadi perguruan tinggi resmi.

B.      Perkembangan Studi Islam di Barat
Perkembangan studi Islam di dunia barat berkaitan dengan perkembangan di bagian timur, sehingga dikelompokkan menjadi tiga fase , yaitu:
a.       Fase Kejayaan Muslim
Sejarah perkembangan studi Islam di dunia barat dengan dunia muslim adalah lewat perguruan tinggi. Beberapa ilmuwan dan tokoh-tokoh barat datang ke sejumlah perguruan tinggi muslim untuk memperdalam ilmu pengetahuan dan teknologi, yang berada di Baghdad (Irak) dan di Kairo (Mesir),serta di belahan barat ada di Cordova. Kemudian penyalinan manuskrip-manuskrip ke dalam bahasa Latin sejak abad ke-13 sampai bangkitnya zaman kebangunan di dunia barat.
Dengan penyalinan mauskrip-manuskrip yang ada di wilayah timur, dari masake masa semakin terbuka pengetahuan Islam di dunia barat dan dapat dipelajari di wilayah barat dengan bahasanya. Dan ada yang diperbaharui sesuai dengan paham barat, sehingga ada perbedaan isi dari manuskrip-manuskrip yang asli dari timur.
b.      Fase Renaisance
Perkembangan pengetahuan dari dunia timur yang dikembangkan dengan paham-paham barat mengakibatkan bangkitnya dunia barat. Atas restu dari King Frederick I dari Sicily ( 1198-1212 M, sehingga semakin banyak mauskrip-manuskrip yang disalin dari dunia timur untuk dipelajari di dinia barat, dan ada perubahan-perubahan isi dari manuskrip-manuskrip tersebut karena disesuaikan dengan paham-paham barat, sehingga ada penyimpangan tentang ilmu yang disampaikan dari pemikir-pemikir asli dari dunia timur.
Perkembangan perubahan manuskrip-manuskrip dari timur juga diikuti dengan berkembangnya pengetahuan dunia baratdengan paham-paham barat. Penyalinan manuskrip-manuskrip tersebut juga diikuti dengan pembajakan, karena tokoh-tokoh barat ada yang mengakui manuskrip–manuskrip dari timur yang merupakan karangannya tanpa mencantumkan pengarang atau pemikir aslinya.
Kebangkitan bangsa barat ditndai dengan terbangunnya perguruan-perguruan tinggi di semenanjung Italia, Padua, Florence, Milano, Venezia, disusul oleh Oxford dan Cambridge di Inggris, Sorbonne di Perancis, dan Tubingen di Jerman.
Pada masa Kaisar Frederick IImemberikan fasilitas yang tidak terhingga untuk penyalinan manuskrip dan naskah dari timur kepada Michaeil Scot (1175-1234 M), tokoh pertama dalam sejarah menyalin karya-karya Averroes (Ibnu Rushd). Tahun 1217 M membawa naskah-naskah Arab dibidang astronomi dan bidang-bidang fisika lainnya. Seorang tokoh yang diberi fasilitas oleh Kaisar Frederick II adalah Hermanus Allemanus (1234-1256 M) yang menyalin karya-karya Al-Farabes (Al-Farabi), karya Rbetorica,karya Ibnu Rushd yang disalin oleh Aristoteles (384-322 SM) dalam bahasa Arab, yaitu  menyalin Poetic dan  Ethica.
Banyaknya karya-karya muslim yang disalin oleh bangsa barat dengan mengubah sesuai paham-pahamnya, sehingga mengakibatkan lemahnya isi dari salinan-salinan karya tersebut dan mendorong beberapa ilmuwan muslim, misalnya Isma’il R. Al-Faruqi, M. Naquib al-Attas, H. Hasan Bilgrami, S. Al Asyraf, Ziauddin Sardar, dan lain-lain untuk menumpahkan pikiran mereka terhadap persoalan-persoalan ini, yang dilakukan dengan cara :
1.       Mencoba menumbuhkan kesadaran akan persoalan yang ada, dengan menunjukkan kekurangan-kekurangan sistem barat dan kelemahan-kelemahan produknya di dunia Islam,
2.       Menawarkan penyelesaian yang dapat ditempuh, misalnya penulisan ulang ilmu-ilmu modern dengan menanggalkan ciri-ciri barat, kemudian mengisi dengan nilai-nilai Islam.
c.       Fase Kejayaan Barat
Perkembangan studi Islam di barat mendorong tokoh-tokoh barat untuk mengelilingi dunia guna mempelajari ilmu, tetapi dengan ketamakan bangsa barat membuat mereka menjajah Negara-negara muslim yang ada di bagian timur Karena alasan politik dan alasan ekonomi bangsa barat mendatangkan tokoh muslim untuk mencapai kesepakatn demi kemerdekaan bangsa timur dan mendatangkan bangsa timur sebagai tenaga kerja di wilayah barat.
Semakin banyak orang-orang muslim menjadi tenaga kerja bangsa barat, sehingga memudahkan bangsa barat untuk menundukkan bangsa timur. Dengan datangnya bangsa timur ke wilayah barat mengakibatkan pertambahan umat muslim di wilayah barat.
Masa ini menjadi awal masa terpuruknya umat muslim sampai sekarang dan menjadi masa kejayaan bangsa barat sampai sekarang.


C.      Perkembangan Studi Islam di Indonesia
Perkembangan studi Islam di Indonesia dimulai dengan adanya lembaga/ system pendidikan Islam dari langgar, pesantren, pendidikan kerajaan-kerajaan Islam dan menjadi system kelas.
a.       Sitem Langgar
Pendidikan dengan system langgar dijalankan di langgar(mushola), atau surau, atau masjid atau di rumah guru. Kuriulumnya bersifat elementer, yaitu mempelajari abjad huruf Arab. Sistem ini dilakukan dengan dua cara, yaitu:
1.       Cara Sorongan, yaitu seorang murid berhadapan secara langsung dengan guru dan bersifat perorangan.
2.       Cara Halaqah, yaitu guru dikelilingi oleh murid-murid.
b.      Sistem Pesantren
Secara garis besar sma dengan system langgar, yaitu dengan cara sorongan dan halaqah, tetapi sudah ada wadah untuk belajar yaitu di Pesantren.
c.       Sistem Kerajaan
Sistem kerajaan ini dilaksanakan sesuai dengan kebijakan setiap kerajaan, sehingga ada perbedaan antar system kerajaan satu dengan yang lainnya.

 Sistem kerajaan diawali oleh:
a.       Kerajaan Samudera Pasai di Aceh, kerajaan ini didirikan Malik Ibrahim bin Mahdun pada abad 10 M. Materi yang diajarkan di majlis Ta’lim dan halaqah adalah fiqh mazhab al-Shafi’i.
b.      Kerajaan Perlak  di selat Malaka, lembaga pendidikan berupa majlis Ta’lim Tinggi yang dihadiri oleh murid khusus yang sudah alim dan mendalam ilmunya. Kitab yang dibaca yaitu kitab kualitas tinggi, misalnya al-Umm, kitab fiqh karangan imam al-Shafi’i.
c.       Kerajaan Aceh Darussalam (1511-1874 M), kerajaan yang berdiri tanggal 12 Zulkaedah 916 H (1511 M), dan menyatakan perang terhadap buta huruf dan buta ilmu.
Lembaga-lembaga negara yang berfungsi di bidang pendidikan, yakni:
1.       Balai Seutia Huhama
2.       Balai Seutia Ulama
3.       Balai Jama’ah Himpunan Ulama
Dengan jenjang:
a.       Meunasah (Madrasah)
b.      Rangkang (Tsanawiyah)
c.       Dayah (Aliyah)
d.      Dayah Teuku Cik (Perguruan Tinggi)

d.      Sistem Kelas
Perkembangan pendidikan di Indonesia mulai lahir sekolah model Belanda, sekolah Eropa, sekolah Vernahuler. Sekolah Eropa khusus bagi ningrat Belanda, sekolah Vernahuler khusus bagi warga negara Belanda.










D.  KESIMPULAN

Pengantar Studi Islam di dunia berawal dari wilayah timur tengah dan berkembang ke arah barat dan timur dengan perantara atau dibawa oleh pedagang , cendekiawan-cendekiawan dalam bentuk pendidikan. Kemajuan Studi Islam juga mengalami kejayaan dan kemunduran. Kejayaan pada saat banyaknya cendekiawan muslim dan mengalami kemunduran karena banyaknya cendekiawan non muslim yang mengubah paham-paham ilmu yang dipelajari dari bangsa timur.
Perkembangan Studi Islam di Indonesia diawali dengan sistem langgar, dilanjutkan dengan sitem pesantren yang sesuai dengan perkembangan dari masa ke masa berkembang di kerajaan-kerajaan dan dilanjutkan dengan adanya sekolah dengan sistem kelas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar